Integrasi Data Melalui Malang Satu Data

Mimpi akan hadirnya data Kota Malang yang terintegrasi dalam satu sistem semakin mengarah pada realisasi. Malang Satu Data adalah platform integrasi data yang saat ini sedang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Hal ini sekaligus realisasi amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Dalam kerangka mewujudkan mimpi tersebut, Diskominfo menggelar Bimbingan Teknis Input Data Aplikasi Malang Satu Data dan Potensi Kota Malang Tahun 2021’ di Hotel Savana, Kamis (25/11/2021).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Mulyono, M.Si mengatakan, satu kesatuan data sangat strategis mengingat data merupakan pondasi kuat dalam sebuah kota untuk kesejahteraan masyarakatnya. Data bukan hanya sebagai aksesori dalam dunia pemerintah. Tetapi, lebih dari itu sebagai alat pengukur yang digunakan untuk menentukan kebijakan dan bisa ditampilkan lebih apik dan lengkap.

“Sejak awal, data adalah harta. Di mana, tanpa adanya data maka tidak bisa bekerja. Terlihat remeh, tapi ketika Kota Malang sudah bisa melakukannya, saya pastikan tidak ada lagi masalah-masalah apalagi sampai adu data,” ujar Mulyono.

Bukan hanya itu, adanya sistem tersebut akan menjadi bagian untuk mencapai tujuan berkelanjutan di Kota Malang. Mulai dari ekonomi, sosial, kesehatan, hingga lingkungan. Hal ini tentu angin segar bagi hadirnya era baru tata kelola data yang semakin responsif terhadap perkembangan masa digital berikut berbagai konsekuensinya terhadap pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Malang J.A. Bayu Widjaya, S.Sos., M.Si menjelaskan, bahwa bimtek ini digelar dalam rangka mempersiapkan dan meningkatkan pemahaman petugas di setiap perangkat daerah dan unit kerja jelang proses input data.

“Malang Satu Data nantinya bisa diakses oleh siapapun. Tentunya dengan kriteria, misalnya tidak mungkin Malang Satu Data digunakan untuk laporan ke wali kota dalam mencairkan anggaran. Kalau aplikasinya belum bisa terintegrasi antarperangkat daerah, setidaknya datanya terintegrasi satu sama lain,” terang Bayu.

Melihat tantangan merealisasikan satu data di Kota Malang, CEO PT. Enygma Solusi Negeri Erick Karya, yang hadir sebagai salah satu expert dalam bimtek menawarkan solusi berbasis tiga pilar, yakni view, measure, dan improve dalam konsep intelligent operation platform.

“Dalam sistem kerjanya, intelligent operation platform akan ditampilkan dalam bentuk infografis dengan tampilan sederhana yang mudah dipahami,” ujarnya.

Semua teknologi, kata dia, terapannya hanya akan mengandalkan software. Sehingga pemerintah tidak akan dibebankan pada biaya pergantian alat (hardware) atau bahkan membuang alat yang tidak digunakan.

 

Sumber : malangkota.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *