BLP Kota Malang Ikut Nominator AIKID Ke-6 Dengan Optimalkan Layanan Melalui Website

Ajang Anugerah Inovasi dan Kreativitas Informasi Digital (AIKID) Kota Malang yang ke-6 yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang ini mengundang 18 beberapa nominator dari berbagai instansi pelayanan publik Pemkot Malang yang saling memaparkan inovasinya di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Rabu (29/9/2021). Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLP) berhasil menembus dan menjadi salah satu nominatornya.

Dalam presentasinya, Kepala BLP menjelaskan bahwa pengembangan website dibuat berdasarkan survei kebutuhan dan analisa kebutuhannya. Jadi pengembangan bukan asal-asalan biar tampak keren tetapi memang karena sesuai kebutuhan, dengan begitu website akan selalu dikunjungi karena keperluan masyarakat akan informasi pengadaan ada disitu. Itu menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke website BLP.

AIKID ini dilakukan sebagai bentuk pengoptimalan pengendalian manajemen teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat Kota Malang. “Paling kita tekankan sejauh mana pengelolaan atau manajemen TIK ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan publiknya. Itu terukur dari kecepatan responsnya. Lalu sejauh mana customer, client atau user merasa memiliki atau tingkat intensitas komunikasinya,” ujar Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S.Sos.

Dengan adanya AIKID ini, lanjut pria yang akran disapa Pak Wid, untuk mengetahui dan mendorong beberapa hal yang dirasa kurang, seperti salah satu instansi yang memiliki prestasi, namun kurang dalam menggemakannya. “Dalam AIKID ini kami sebagai pemberi masukan-masukan, oh ternyata ada catatan penting yang perlu dioptimalkan. Kita juga secara teknis membentuk sebuah grup admin untuk pengelolaan web masing-masing instansi. Bahkan aduan yang selama ini terkenal di kita akan di-drive ke admin. Ini sebagai bagian dari percepatan,” bebernya.

Perlu diketahui, kegiatan tersebut tak hanya diikuti oleh lingkup perangkat daerah saja, akan tetapi juga lingkup pelayanan kesehatan yang diikuti oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). “Hari ini masuk tahapan penjurian dari enam kedinasan dan perusahaan daerah, serta ada kategori puskesmas, seperti dari Puskesmas Arjuno, Pandanwangi, Janti, Cisadea dan Polowijen,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menyebutkan, pada AIKID ini dirinya ingin mengoptimalkan tusi dari masing-masing institusi ataupun perangkat daerah. “Jadi apa yang sudah dilaksanakan itu dipublikasikan. Lalu program-programnya semakin mengakomodasi apa yang menjadi kehendak masyarakat. Ada juga nilai-nilai transformasinya,” tuturnya.

Dengan terus bergulirnya AIKID ini, apa saja yang masih kurang, tentunya bisa lebih dioptimalkan, khususnya pada program pelayanan dan inovasi yang lebih ditingkatkan lagi. Tentunya, lanjut Sutiaji, kedepan pasti akan lebih menjanjikan untuk inovasi pelayanan publik yang lebih bagus lagi dan terus menyusun program kreativitas di setiap institusi yang di mana tujuannya adalah untuk memudahkan masyarakat.

“Jadi dari perangkat daerah dan masyarakat nilainya positif. Lalu juga termasuk branding setiap institusinya,” tandasnya.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *