Wali Kota Tegaskan Jangan Ada Korupsi di Kota Malang

Pemerintah Kota Malang menggelar rapat koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Senin (6/8/2021). Dalam acara ini, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memimpin langsung untuk jajaran aparatur sipil negara (ASN).

Wali Kota Sutiaji mengungkapkan banyaknya penangkapan oknum yang melakukan korupsi oleh KPK di berbagai daerah tentu sangat memprihatinkan. Kejadian itu jangan sampai terjadi lagi di Kota Malang juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

“Sudah cukup 16 daerah saja yang terkena operasi KPK, jangan sampai hal ini terjadi di Kota Malang. Untuk itu saya ingatkan dalam kesempatan ini jangan sampai ada korupsi dilakukan di lingkungan Pemerintah Kota Malang,” jelas Sutiaji.

Sutiaji menambahkan terjadinya praktik korupsi tidak lepas dari kerakusan manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang sudah dimiliki. Untuk itu, Wali Kota Sutiaji mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Malang untuk bersyukur atas apa yang dimiliki.

Dengan segala keterbatasan yang ada, Wali Kota Sutiaji menyampaikan mungkin tidak bisa selalu melakukan pengawasan kepada para ASN yang ada di Kota Malang. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa menjalankan apa yang diamanahkan untuk dijalankan. Harus ada satu persamaan arah, satu persamaan persepsi untuk menjalankan amanah dengan baik. “Visi Kota Malang adalah Malang bermartabat. Bisa membangun Kota Malang sesuai amanah Tuhan untuk menciptakan manusia sebaik-baiknyan ciptaan,” tegas Sutiaji.

Wali Kota Sutiaji juga menceritakan ia sangat terkesan dengan pendidikan yang diberikan orang tua agar berlaku jujur di masa kecil. Di mana saat itu sebagai anak petani ia pulang sore dari merumput di sawah membawa ramban daun turi, bukanya dipuji tetapi malah dimarahi.

Setelah salat magrib, ia dipanggil orang tua mengambil sebongkok hasil merumput daun turi. Seketika itu ia ditanya darimana daun turi itu didapat? Karena keluarganya tidak memiliki pohon turi. Akhirnya sebongkok ikatan daun turi itu dilepas kemudian dicambukan kepada Wali Kota Sutiaji sampai habis. Orang tua Wali Kota Sutiaji juga mengingatkan apa gunanya dididik di sekolah mengaji kalau masih meracuni keluarga dengan mencuri.

“Setelah itu disuruh mandi, kemudian diantar orang tua meminta maaf kepada pemilik pohon turi. Itu orang tua kita begitu melakukan tindakan tidak sesuai selalu mengajarkan dengan perilaku bagaimana berbuat baik dan jujur,” terang Sutiaji.

Sementara itu, Plt. Kepala Inspektorat Kota Malang M Subkhan mengatakan kegiatan koordinasi ini adalah upaya untuk menyosialisasikan pengawasan oleh APIP Kota Malang. Dalam membantu urusan wali kota menyelenggarakan pemerintahan di daerah. “Masuk di dalamnya adalah menyosialisasikan untuk tidak korupsi,” terang Subkhan.

 

Sumber : malangkota.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *