Gubernur Jatim Tinjau Vaksinasi Covi-19 Di Universitas Brawijaya

Mendorong percepatan vaksinasi untuk masyarakat Jawa Timur, Universitas Brawijaya turut membantu proses vaksinasi untuk warga Kota Malang, Jumat (5/8/2021). Vaksinasi tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa.

Gubernur Khofifah mengecek secara langsung vaksinasi kepada para tenaga pendidik, mahasiswa, dan keluarga besar Universitas Brawijaya. Selain itu, peserta juga berasal dari penyandang disabilitas baik dari internal Universitas Brawijaya maupun dari luar kampus tersebut, serta masyarakat umum.

Menurut Khofifah, dirinya datang ke Universitas Brawijaya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT untuk memantau akselerasi vaksinasi di Kota Malang. Vaksinasi ini merupakan terobosan langsung agar semakin banyak warga Jawa Timur yang mendapatkan vaksin.

“Kenapa sifatnya akseleratif? karena pada dasarnya vaksinasi kuota di masing-masing perguruan tinggi di luar kuota yang ada di kabupaten/kota,” jelas Khofifah.

Dengan akslerasi ini diharapkan semakin cepat warga Provinsi Jatim mendapatkan vaksin Covid-19. Pasalnya saat ini untuk warga Malang Raya baru 60-70 persen yang sudah mendapatkan vaksin.

Khofifah mengucapkan terima kasih kepada Universitas Brawijaya dan beberapa perguruan tinggi di Kota Malang yang telah membantu percepatan vaksinasi ini. Malang Raya dilihat sebagai satu kesatuan aglomerasi yang ada di Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.

Khofifah juga menyatakan begitu vaksin datang akan segera didistribusikan dengan password GPL (Gak Pakai Lama). Vaksin untuk penyandang disabilitas menggunakan vaksin Sinopharm, tenaga kesehatan menggunakan vaksin Moderna sedang, serta vaksin Sinovac dan AstraZeneca untuk warga lainnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, MS mengaku senang bisa membantu Pemerintah Provinsi Jatim untuk percepatan vaksinasi secara gotong royong mengatasi sebaran Covid-19. Vaksinasi di Universitas Brawijaya ini diikuti 5.000 orang yang dilaksanakan selama empat hari. “Vaksinasi diberikan kepada dosen, mahasiswa, karyawan, dan juga masyarakat umum,” terang Nuhfil.

Mahasiswa Universitas Brawijaya yang ikut vaksin saat ini hanya mahasiswa yang berasal dari Malang Raya. Karena mahasiswa luar Malang Raya sudah mengikuti vaksinasi di daerah asal masing-masing.

 

Sumber : malangkota.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *