PRODUK DARI KOTA MALANG TEMBUS PASAR EKSPOR

Berbagai upaya dilakukan Pemkot Malang untuk menyejahterakan petani, peternak hingga pelaku usaha mikro kecil dan menegah (UMKM). Salah satunya melalui Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas), Pemkot Malang menandatangani kerja sama dengan sejumlah BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ruang Rapat Wali Kota Malang, Rabu (14/4/2021).

Selain itu, kerja sama yang digelar secara daring ini juga diteken dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Kementerian Dalam Negeri. Untuk kerja sama rumah potong unggas digandeng oleh PT Interlink Nusa Niaga, sehingga nantinya harga daging di Kota Malang stabil, terutama ketika menjelang peringatan hari besar keagamaan.

Jika harga stabil maka antara produsen dan konsumen tidak ada yang dirugikan, serta untuk mencegah terjadinya permainan harga yang dilakukan oleh oknum tertentu. Dalam program ini, peternak sebenarnya lebih dilindungi karena tidak ada permainan harga yang bisa saja dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dewan pengawas Perumda Tunas Kota Malang, Elfiatur Roikhah usai penandatanganan kerja sama ini mengatakan, bahwa kerja sama ini sangat strategis guna menyiasati berbagai kemungkinan, karena dalam hal ini pihaknya juga tidak menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.

”Untuk daging ayam saat ini pun sejumlah pasar modern sudah meminta pasokan daging dalam jumlah besar kepada kami, sehingga ini harus segera direalisasikan. Dengan akan diselenggarakannya penyembelihan hewan yang halalan tayyiban, sekaligus untuk menguatkan visi Kota Malang, sebagai kota halal,” imbuh perempuan berhijab itu.

Untuk optimalisasi hasil pertanian, terang Elfi, pada acara ini melibatkan PT Rajawali Nusantara Indonesia. Nantinya produk-produk pangan dapat menembus pasar global. PT Food Station Cipinang Jaya yang salah satu usahanya bergerak di bidang makanan serta mengekspornya ke sejumlah negara turut digandeng dalam kerja sama ini.

“Produk hasil pertanian atau pangan maupun yang hasil diversifikasi, kuliner hingga berbagai makanan olahan dari Kota Malang mempunyai mutu dan kualitas baik. Maka dari itu dengan adanya kerja sama ini semuanya itu dapat menembus pasar ekspor,” sambung Elfi.

 

Sumber : malangkota.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *