Salah Satu Upaya Pemulihan Ekonomi, Pemkot Malang Gelar Kembali Malang Batik Festival

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) yang berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang menggelar acara tahunan bertajuk Malang Batik Festival (MBF) 2021. Kegiatan MBF ini merupakan gelaran tahunan yang pada 2021 ini telah telah diselenggarakan untuk ketiga kalinya.
Wali Kota Malang, H. Drs. Sutiaji menyampaikan apresiasi kepada Diskopindag dan Dekranasda yang telah mengadakan gelaran yang cukup menarik ini. Menurutnya, acara ini merupakan salah satu upaya untuk memajukan dan memulihkan ekonomi Indonesia. Sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Kota saat ini bahwa pemulihan ekonomi harus dikuatkan.

“Komitmen dari Dekranasda menggali potensi untuk bisa berinovasi, lalu dikembangkan, dan dilestarikan. Kini batik telah mendunia, kalau orang luar saja bangga terhadap produk Indonesia, memakai produk Indonesia, maka yang perlu kita gali adalah kita harus membiasakan mencintai produk Indonesia. Salah satunya adalah batik. Ini perlu kita kembangkan terus-menerus,” papar Sutiaji pada acara yang diselenggarakan mulai 7-8 April 2021 di Gedung Kartini Kota Malang, Rabu (07/04/2021).
Kepala Diskopindag, Muhammad Sailendra, ST., MM mengatakan bahwa ada beberapa kegiatan yang dilakukan pada acara ini, yakni lomba desain masker dengan bahan dasar Batik Malangan dan lomba desain busana ready to wear deluxe memakai Batik Malangan. Selain itu, juga ada pameran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), fesyen kriya dan aksesori, serta kuliner, fashion show busana batik, dan workshop pembuatan aksesori dan fotografi produk.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung dan melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Muhammad Sailendra.

Selain itu, kata dia, mengembangkan potensi industri kecil menengah (IKM) subsektor kerajinan, terutama batik dan fesyen untuk selalu kreatif dan inovatif. Selanjutnya untuk memberdayakan industri dan peran serta masyarakat khususnya IKM kerajinan batik dan fesyen di Kota Malang. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk membantu para pelaku industri kecil untuk meningkatkan keahlian agar bisa bersaing secara nasional.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Malang, Hj. Widayati Sutiaji, S. Sos., MM mengatakan bahwa kegiatan Malang Batik Festival ini merupakan wujud dari esensi Dekranasda untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan kerajinan. Tidak hanya melalui lomba fesyen saja tapi juga ada pameran.

“Alhamdulillah, hari ini saya berhasil menggandeng Forkopimda, akademisi, perbankan untuk bisa memeragakan karya anak bangsa khususnya dari Kota Malang. Insha Allah, fesyen dari Kota Malang tidak kalah dengan di level nasional,” terang Widayati.

Malang Batik Festival ini merupakan bentuk Dekranasda dalam meningkatkan para pelaku IKM. Dekranasda berupaya mendukung para pelaku industri dari yang level mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah, dan sampai pada akhirnya bisa mandiri.
Ditemui usai acara, Dynis Nova Sefirlia Sari, pemenang pertama lomba desain busana Batik Malangan mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi para desainer muda untuk mengembangkan potensi diri dan sekaligus mendapat referensi, ide, dan masukan dari peserta lain serta para juri.

“Kebanyakan yang ikut lomba juga kan anak muda yang milenial. Jadi lebih bisa mengkreasikan batik dengan lebih kreatif lagi, jadi bisa membuat image batik menjadi lebih modern,” ungkap Dynis.

Terkait desainnya, alumnus Tata Busana Universitas Negeri Malang ini terinspirasi dari Tugu Malang dan diberi judul Esta, singkatan dari Essential of Tugu Malang.

Dalam acara ini, juga diselingi dengan launching website Dekranasda Kota Malang. Tujuannya untuk memperluas jaringan informasi di era teknologi 4.0. Salah satu menu utama website ini adalah virtual tour di mana pengunjung website bisa melihat produk binaan Dekranasda Kota Malang secara virtual dan langsung dapat berinteraksi dengan para perajin.

Dekranasda juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan notaris Ika Indriyani Nurullah, S.H,. M.Kn untuk memberikan fasilitas pembuatan akta pendirian izin usaha dan pengesahan legalitas oleh Kemenkumham melalui notaris secara gratis bagi UMKM binaan Dekranasda Kota Malang. Di samping itu, dalam gelaran ini juga diberikan SK Wali Kota Malang terkait Penetapan Paguyuban Sentra Batik Bunulrejo kepada pihak Kelurahan Bunulrejo.

Sumber : malangkota.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *